Mengenal Buta Warna Parsial yang Jadi Penyebab Utama Calon Bintara Polri Gagal Pendidikan

Sosok Fahri Fadilah Nur Rizki belakangan ramai diperbincangkan setelah kisah gagalnya masuk sebagai calon bintara Polri 2021 viral di media sosial. Diketahui, dia sudah masuk peringkat 35 dari ribuan peserta.

Namun tiba-tiba namanya dicoret dan digantikan siswa yang gagal menjelang pendidikan bintara Polri. Curhatan Fahri ini membuat Polda Metro Jaya memberikan klarifikasi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan alasan Fahri tidak bisa ikut pendidikan Bintara ialah karena didiagnosa buta warna parsial.

“Berdasarkan surat dari Mabes Polri sebelum peserta mengikuti pendidikan, ada kegiatan supervisi yang dilakukan terhadap peserta yang sudah lulus. Kemudian supervisi yang dipimpin ketua tim menyebutkan yang bersangkutan tidak memenuhi syarat dengan temuan buta warna parsial,” katanya dalam konferensi pers, Senin (30/5), seperti yang dikutip dari Liputan6.com.

Gagalnya Fahri mengikuti pendidikan Bintara Polri karena buta warna parsial mungkin membuat Sahabat Fimela bertanya-tanya, apa itu buta warna parsial dan apa penyebabnya? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak selengkapnya berikut ini!

Apa Itu Buta Warna Parsial?

Melansir Colour Blind Awareness, buta warna parsial atau buta warna sebagian adalah kondisi ketika pigmen penginderaan warna mata bermasalah. Akibatnya, pengidap buta warna jenis ini mengalami kesulitan membedakan warna tertentu.

Buta warna jenis ini umumnya disebabkan ketika salah satu anggota keluarga memiliki kelainan pada fotopigmen yang bertugas untuk mendeteksi warna dalam sel-sel pada retina.

Selain faktor keturunan, buta warna parsial juga bisa disebabkan oleh paparan zat kimia berbahaya atau cedera fisik pada beberapa area tubuh seperti mata dan saraf penglihatan. Katarak dan usia juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami buta warna.

Buta warna parsial ini sendiri bukan kondisi yang bisa disembuhkan. Pasalnya, sel kerucut pada retina tak dapat diganti.

Klasifikasi Buta Warna Parsial

Pada umumnya, buta warna parsial memiliki dua golongan. Pertama, sulit membedakan warna gradasi merah-hijau. Kedua, pada spektrum warna biru-kuning. Berikut pembagian klasifikasinya seperti yang dikutip dari berbagai sumber.

1.  Protanomali
  • Warna oranye, merah, dan kuning tampak lebih gelap menyerupai hijau.
2.  Deuteranopia
  • Warna merah menjadi kuning kecoklatan.
  • Hijau menjadi krem.
3.  Protanopia
  • Warna merah tampak hitam.
  • Oranye dan hijau terlihat kuning.
  • Sulit membedakan warna ungu dan biru.

4.  Deuteranomalia

  • Warna hijau dan kuning menjadi kemerahan.
  • Sulit membedakan warna ungu dan biru.
5.  Tritanomali
  • Biru tampak kehijauan.
  • Sulit membedakan antara warna kuning dan merah.
6.  Tritanopia
  • Warna biru tampak kehijauan.
  • Sementara warna kuning tampak ungu atau abu-abu muda.

Recommended Articles